Tampilkan postingan dengan label Waring Sayur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Waring Sayur. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Oktober 2017

Beginilah Bagainama Cara Budidaya Sawo

sawo
Sawo (Achras zapota) merupakan tanaman buah berupa pohon yang dapat tumbuh besar dan berbuah lebat.Daunnya yang rimbun mampu menjadi penaung dari sengatan matahari.Tanaman yang sebelumnya berada di daerah tropis Guatemala (Amerika Tengah),Mexico,dan Hindia Barat ini telah menyebar ke berbagai negara di dunia,termasuk Indonesia.Berdasarkan urutan klasifikasi di kalangan ilmiah,sawo yang disebut neesbery atau sapodilla tergolong ke dalam famili Sapotaceae.

Buah sawo ternyata baik juga untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.Maka tak heran,kini buah sawo makin banyak dijual dengan kemasan jus.Tak hanya itu,sawo ternyata juga bisa menyembuhkan beberapa penyakit.

Buah berwarna cokelat yang di daerah Sumatera Barat lebih dikenal dengan sebutan saos ini ternyata menyimpan banyak khasiat.Selain rasanya yang manis,daging buah sawo dapat digunakan untuk menyembuhkan diare.Caranya adalah sebagai berikut:
Ambil satu buah sawo muda dan cuci bersih.
Parut,lalu peras dan saring.Tambahkan sedikit air matang.
Minum dua kali sehari.
Cara Budidaya Tanaman Sawo

Iklim Tempat yang cocok Menanam Sawo
Tanaman ini cukup bisa menyesuaikan terhadap berbagai suhu.Akan tetapi suhu yang terlalu panas akan merusak pertumbuhan sawo.
Curah hujan antara 1250-2500 mm per tahun yang tersebar merata sepanjang tahun.
Sawo cukup tahan terhadap gannguan angin.

Ketinggian tempat Sawo
Sawo masih dapat tumbuh cukup baik sampai ketinggian 900 m di atas permukaan laut,meskipun masih dapat tumbuh sampai ketinggian 2500 m di atas permukaan laut.

Tanah Sawo
Sawo tumbuh baik pada tanah alluvial dan tanah berpasir.Tanah liat masih cukup sesuai asal drainasenya baik.
Sawo cukup tahan terhadap kekeringan.
Sawo tumbuh baik pada tanah dengan kisaran pH tanah antara 6 – 7.

Perbanyakan tanaman Sawo
Sawo dapat diperbanyak dengan cara generatif (dengan biji) maupun secara vegetatif.
Kualitas buah yang dihasilkan dengan biji tidak sama dengan sifat induknya,sedangkan yang diperbanyak dengan cara vegetatif (okulasi atau sambung) keunggulan sifat induknya dapat dipertahankan.

Baca Juga :
Cara Menanam Bunga Melati Dalam Pot
Beginilah Cara Budidaya Tanaman Buah Naga
Beginilah Bagaimana Cara Budidaya Bunga Mawar
Inilah Tips Dan Cara Budidaya Kaktus Mini

Pengolahan tanah Sawo
Lahan disiapkan sebelum musim hujan.
Lahan dibersihkan dari rerumputan,dibajak,dicangkul.

Jarak tanam Sawo
Jarak tanam sekitar 8-9 m x 8-9 m,sehingga tanaman tidak akan berdekatan kalau sudah besar.
Air dipasang pada tempat yang akan dibuat lobang tanam.

Pembuatan dan pengisian lobang Sawo
Buat lubang-lubang dengan ukuran 50 x 50 x 50 cm dengan titik tengah di tempat air.
Pisahkan tanah galian bagian atas dan bagian bawah.
Isi lubang dengan tanah bagian atas yang dicampur pupuk kandang _ 30 kg/ lubang.
Dan bairkan lobang terbuka kira-kira 2 minggu untuk mempercepat pelapukan.

Penanaman Sawo
Penanaman dilakukan pada musim hujan.
Penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari.
Polibag dilepas dengan hati-hati jangan sampai tanah menjadi pecah.
Usahakan leher akar tetap seperti pada waktu di persemaian dan bagian yang diokulasi/sambung tidak tertimbun tanah.
Peneduh,mulsa,dan tanaman penutup tanah sangat baik pada awal pertumbuhan sawo.

Penyiraman Sawo
Dilakukan setiap hari sehingga tanaman tidak layu.Penyiraman harus hati-hati sebab sawo sangat peka terhadap genangan air.

Pengendalian hama dan penyakit Sawo
Ada beberapa penyakit yang biasa menyerang sawo yaitu penyakit pink (Corticium salmonicolor) dan penyakit bercak daun (Phaeophleospora indica).Penyakit ini dapat dikendalikan dengan penyemprotan fungisida yang mengandung sulfur atau tembaga.Sedangkan hama yang menyerang sawo adalah lalat buah (Daucus dorsalis) yang memakan daging buah yang sudah matang lakukan penyemprotan fungisida misalnya dengan bubur Bordeaux dengan dosis seperti yang tertera di kemasan.Keunggulan fungisida ini adalah kemampuannya melekat lebih baik dibandingkan fungisida lain.Sejauh ini belum ada cara pengendalian hama yang cukup memuaskan.

Pemangkasan bunga,ranting dan cabang Sawo
Sawo tidak mebutuhkan pemangkasan.

Penyiangan dan penggemburan Sawo
Gulma harus disiangi agar tidak menjadi pesaing tanaman sawo.
Penyiangan pada tanaman muda harus dilakukan dengan hati-hati.Sebaiknya dilakukan dengan mencabut gulma.
Penggemburan dilakukan disekitar tanaman sawo bersamaan dengan penyiangan sehingga memberikan lingkungan yang baik bagi akar.

Pemupukan Sawo
Sawo membutuhkan 1.5 kg N,dan 0.5 kg P2O5 dan K2O per pohon.
Pupuk diberikan 2 kali setahun,menjelang musim hujan untuk mendukung pertumbuhan dan menjelang musim hujan berakhir untuk mendukung produksi buah.

Pemanenan Sawo
Sawo yang berasal dari biji mulai berbuah setelah berumur 5 tahun.Sawo dari perbanyakan vegetatif bisasanya berbuah lebih cepat.
Jumlah buah tergantung umur tanaman.Tanaman berumur 15 tahun dapat menghasilkan 280-300 kg buah.
Sawo bisa berbuah sepanjang tahun tetapi biasanya terdapat 1 atau 2 musim panen raya.
Daging buah masak akan berubah warna dari hijau menjadi kuning kecoklatan.
Dari luar penampakan buah masak sulit dilihat karena daging buah dilapisi kulit yang berwarna kuning kecoklatan.Buah masak akan menghasilkan lebih sedikit getah dibandingkan buah yang belum masak.Cara yang paling mudah mengamati buah masak adalah dengan membelah buah dan melihat daging buah.

Selasa, 19 September 2017

Cara Menanam Cabai Saat Musim Hujan

plastik uv,plastik uv adalah,plastik uv atap greenhouse,plastik uv di surabaya,plastik uv greenhouse   murah,plastik uv hidroponik,plastik uv merk vatan,plastik uv sidoarjo,plastik uv surabaya,plastik uv untuk   atap greenhouse,plastik uv untuk greenhouse,plastik uv untuk hidroponik,plastik uv untuk kolam,plastik uv   untuk tanaman
Menanam Cabai Saat Musim Hujan
Menanam cabai di musim hujan memerlukan teknik budidaya dan perawatan yan cukup intensif dibandingkan jika menanam cabai pada musim kemarau. Menanam cabai pada musim hujan bukanlah musim yang ideal bagi budidaya cabai, sehingga biasanya menanam cabai pada musim hujan disebut sebagai bertanam cabai di luar musim (off season). Pada saat mengadakan pembudidayaan tanaman cabai di musim hujan anda akan menghadapi kendala cuaca yang tidak kondusif  bagi tumbuh kembangnya tanaman cabai secara normal. Musim hujan ditandai dengan curah hujan yang tinggi dan kelembaban yang tinggi. Beberapa hal akan memicu berkembangnya organisme pengganggu tanaman baik hama maupun penyakit tanaman sehingga risiko kegagalan  panennya menjadi lebih besar.

Walaupun demikian menanam cabai pada musim hujan mempunyai potensi untuk memperoleh keuntungan yang tinggi. Harga yang tinggi pada saat musim hujan menjadi incaran para petani. Penyebab kenaikan harga cabai di saat musim hujan ini disebabkan oleh stok cabai yang sangat menurun drastis, dikarenakan pada saat musim hujan hanya sedikit yang mengusahakan tanaman cabai karena risiko kegagalanya sangat besar.

Iklim
Curah hujan yang tinggi atau iklim yang basah tidak sesuai untuk pertumbuhan tanaman cabai. Pada keadaan tersebut tanaman akan mudah terserang penyakit, terutama yang disebabkan oleh cendawan, yang dapat menyebabkan bunga gugur dan buah membusuk. Curah hujan yang baik untuk pertumbuhan tanaman cabai merah adalah sekitar 600-1200 mm per tahun.

Sinar matahari sangat diperlukan sejak pertumbuhan bibit hingga tanaman berproduksi. Dengan begitu, tumbuhan cabai termasuk ke dalam kelompok tanaman C3 tidak menghendaki sinar matahari secara penuh. Tanaman dari kelompok C3 memiliki titik kompensasi cahaya rendah dan dibatasi oleh tingginya fotorespirasi. Oleh karena itu, peningkatan suhu dan intensitas cahaya matahari menyebabkan tanaman cabai merah tidak dapat tumbuh optimal.

Baca Juga :
Pengertian ,Fungsi , Jenis, Keuntungan Plastik Mulsa Hitam Perak
Pengertian,Manfaat/Fungsi,Jenis,Ukuran Plastik UV
Pengertian,Keunggulan,Ukuran,Kualitas Polybag
Kegunaan, Manfaat dan Fungsi Jaring Polynet/Jaring Safety net

Penggunaan Greenhouse
Penggunaan greenhouse (rumah naungan) merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi intensitas cahaya matahari yang tinggi. Pada fase bibit, semua jenis tanaman tidak tahan terhadap intensitas cahaya matahari penuh. Pada tanaman kelompok C3 termasuk tanaman cabai, naungan tidak hanya diperlukan pada fase bibit, tetapi diperlukan juga sepanjang siklus hidup tanaman tersebut. Dampak penggunaan naungan terhadap iklim mikro antara lain:

Intensitas cahaya matahari berkurang sebesar 30-40%
Aliran udara di sekitar tajuk berkurang
Kelembaban udara di sekitar tajuk lebih stabil (60-70%)
Laju evapotranspirasi berkurang
Terjadi keseimbangan antara ketersediaan air dengan tingkat transpirasi tanaman
Pada budidaya cabai merah, dapat membuat rumah naungan sederhana ialah bangunan yang terdiri atas rangka yang terbuat dari besi, kayu atau bambu dengan atap yang terbuat dari plastik UV. Struktur bangunan naungan harus dirancang sesuai dengan kondisi cuaca di Indonesia. Bahan plastik UV dapat memantulkan sinar matahri langsung yang mengarah ke rumah naungan yang dapat mengurangi intensitas cahaya pada tanaman cabai.

Misalnya, rumah naungan seluas 1000 m2 dengan ukuran 40m x 25m. Rumah nanungan dengan luasan lebih dari 1.000 m2, jika terjadi serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) yang membahayakan dapat mengakibatkan kerugian yang cukup besar. Bangunan screenhouse merupakan bangunan semipermanen yang kerangkanya terbuat dari bambu.

Pemasangan
Tiang dasar menggunakan pasak untuk menyambungkan bambu satu sama lain sehingga tidak mudah goyang. Tiang terdiri dari tiang utama, tiang ke-2,ke-3, dan tiang ke-4, palang dada, palang dinding, atap 1 dan atap 2, juga bentangan siku-siku yang menjadikan bangunan tersebut kuat. Tinggi tiang utama adalah 6,5 meter, tiang kedua 5,5 meter, tiang ketiga  4,5 meter, tinggi tiang keempat 3,5 meter. Jarak antar tiang adalah 3,5 meter.

Pemasangan dinding untuk rumah naungan perlu diperhatikan hati-hati. Pembuatan dinding rumah naungan ditujukan untuk mengatur sirkulasi udara. Tidak menjadi masalah jika rumah naungan tidak mempunyai dinding, atau hanya membuat atap saja. Pembuatan dinding pada rumah naungan bisa mengakibatkan terperangkapnya hama/penyakit yang justru akan membawa dampak negatif bagi pertumbuhan tanaman cabai jika sanitasi dalam rumah naungan tidak terjaga dengan baik.

Kami Lim Corporation juga menjual Bantal Silikon, Kantong Sampah, Karung Beras Dan Kami juga menjual alat - alat Pertanian & Perkebunan. Untuk info lebih lanjut klik -> DISINI <- Atau anda juga bisa hubungi kami di : SMS/Call/WA: 0852.3392.5564 / 08123.258.4950 / 0877.0282.1277 . Call dan WA hanya dilayani pada jam kantor pukul 08.15 -16.00 WIB