Tampilkan postingan dengan label budidaya tanaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budidaya tanaman. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Januari 2018

Inilah Cara Budidaya Tanaman Jambu merah

Jambu Merah
Tanaman buah jambu merah ini memiliki nilai ekonomis terutama karena rasanya manis. Warna buah yang menarik dan mengandung vitamin C yang cukup tinggi. Budidaya jambu merah merupakan salah satu usaha di bidang agribisnis yang dapat ditekuni dan menjanjikan keuntungan. Pemasarnya yang lumayan besar disebabkan karena jambu merah ataupun yang banyak dikenal sebagai jambu biji atau jambu klutuk ini, yang banyak mengandung vitamin A dan C. Pemasarannya tidak hanya di pasar tradisional, tetapi juga di supermarket.

Tak heran bila, budidaya jambu merah batu kini semakin marak di Tanah Air. Saat ini semakin banyak  para petani yang menikmati keuntungan dari manisnya jambu ini. Tanaman buah jambu merah akan tumbuh lebih baik pada lahan yang gembur dan diberi pupuk organik. Jambu merah ialah tanaman daerah tropis yang akan tumbuh subur pada lahan yang ketinggianya sekitar 5 - 1.200 meter dari permukaan laut, dengan suhu pada siang hari berkisar sekitar 23 - 28 derajat celcius.

Tidak terlalu berbeda dengan petani yang lain, bibit tanaman jambu merah yang ditanam dilakukan dengan cara pencangkokan. Tanaman jambu merah yang ditanam dengan sistem pencangkokan ini, sudah mulai berbuah setelah berumur tujuh bulan. Supaya tidak rusak dan terkena hama, buah jambu merah yang ada di pohon harus dibungkus dengan dengan plastik.

Dalam membudidayakan tanaman jambu merah, anda bisa menerapkan sistem kultur teknis budidaya jambu biji. Jarak tanam diatur sesuai dengan anjuran. Bibit dipilih dari tanam yang sehat. Pemupukan dilakukan sesuai dengan kebutuhan tanaman. Untuk budidaya jambu merah ada beberapa tahap yang perlu Anda lakukan. Inilah cara yang dapat anda lakukan supaya panen yang diharapkan bisa tercapai:

A. Bibit
Sebagai bibit dapat digunakan dengan biji, cangkok, tunas akar atau pun okulasi. Perbanyakan dengan biji baru mulai berbuah setelah berumur 7 - 8 tahun. Penyangkokan ialah cara mudah untuk memperbanyak tanaman selain itu penyangkokan mendapatkan tanaman yang mempunyai sifat seperti induknya, selain itu tanaman akan cepat berbuah.

Baca Juga :
Cara Menanam Bunga Melati Dalam Pot
Beginilah Cara Budidaya Tanaman Buah Naga
Beginilah Bagaimana Cara Budidaya Bunga Mawar
Inilah Tips Dan Cara Budidaya Kaktus Mini

B. Penanaman
Buat lubang tanaman dengan ukuran 40x40x40 cm dan jarak tanam 4×4 m. Dua minggu sebelum tanam, lubang diberi pupuk kandang sebanyak 1-2 blek (20 kg). Selanjutnya bibit harus di tanam di tengahnya dengan membuang pembungkusnya (keranjang) dan setelah itu tutup kembali dengan tanah yang telah dicampur pupuk kandang.

C. Pemupukan
Sebagai pupuk dasar diberikan 20 kg pupuk kandang atau 10 kg kotoran ayam yang sudah matang. Pada tanaman yang berumur satu tahun ditambah pupuk kandang dan 600 - 750 gram NPK. Tanaman dapat diberikan pupuk NPK sekitar 4 - 5 kali (setiap kali pemberian 150 gram). Umur dua tahun ditambah 225 gram NPK per pohon diberikan selama 4 - 5 kali. Umur tiga tahun ditambahkan 450 gram per pohon diberikan 4 - 5 kali.

D. Pemeliharaan
Pemangkasan tunas-tunas air, cabang tersier yang tumbuh ke bawah dan ranting-ranting yang kering. Penyiangan dilakukan bersama-sama dengan pemupukan. Penyiraman dapat dilakukan pada tanaman yang masih muda.

E. Panen
Pemanenan dapat dilakukan setelah buah jambu yang tadinya berwarna hijau pekat berubah menjadi kuning muda. Cara memanen jambu merah yang baik ialah dengan cara memetik buah jambu bersama tangkainya.

Senin, 18 Desember 2017

6 Tips Lengkap & Praktis Untuk Suksesnya Budidaya Tomat Rampai

Tomat Rampai
Tomat rampai memiliki bentuk yang berbeda jauh, kalau Anda bandingkan dengan tomat buah yang Anda jumpai pada pedagang sayuran yang menjualkan dagangannya di pasar tradisional ataupun modern.

Tanaman tomat rampai ini termasuk komponen pangan yang sudah terbukti bernilai lebih kepada para petani yang memeliharakan tanaman rampai tomat ini.

Berikut cara budidaya tomat rampai dengan mudah dan praktis, serta hasil panennya yang melimpah ruah yang harus Anda terapkan :

1. Persiapan Lahan
Mempersiapkan area lahan sebelum proses penanaman sangat penting dilakukan. Sebab tomat rampai bisa tumbuh subur di tanah yang gembur disarankan guna menggemburkan sebelum penanaman di lahan tanah dilakukan, caranya dapat dengan mencangkuli ataupun membajak serta lakukan pemupukan pada tanah, dan juga pembuatan gundukan guna memudahkan melakukan penanaman.

2. Penyemaian Bibit
Untuk memastikan perkembangan tomat rampai menjadi sempurna, lebih baik Anda kerjakan penyemaian bibit lebih dulu menggunakan polybag yang sudah diisikan dengan tanah dan campuran pupuk kandang serta juga kerjakan pemeliharaan dengan intensif, dan pula kerjakan penyiraman sampai tomat rampai tumbuh besar. Sesudah tunas muncul serta berusia 8-10 hari, maka kerjakannya pemilihan bibit serta pilih tomat dengan kondisi sehat berwarna hijau serta subur.

Baca Juga :
Cara Menanam Bunga Melati Dalam Pot
Beginilah Cara Budidaya Tanaman Buah Naga
Beginilah Bagaimana Cara Budidaya Bunga Mawar
Inilah Tips Dan Cara Budidaya Kaktus Mini

3. Penanaman
Sesudah bibit tomat rampai berusia sekitar 3 mingguan, kini Anda dapat mulai memindahkan bibit yang telah tumbuh tadi ke gundukan tanah di area lahan yang sudah disiapkan, jangan lupa buat lubang tanam dengan kedalaman yang sesuai dengan polybag yang Anda gunakan. Aturlah jarak tanam yang cocok dengan yang Anda butuhkan, namun atur kembali jarak dana pada kerapatan sesuai supaya tomat rampai bisa tumbuh dengan sehat.

4. Pemeliharaan & Perawatan
Sangatlah penting sekali guna mengerjakan langkah penyiraman dengan rutin serta mengerjakan proses penyiangan secara berkala guna menjauhkan rumput-rumput yang dapat mengacaukan perkembangan tomat rampai Anda, jangan lupa juga melakukan pemupukan yang cocok dengan persyaratan, Anda dapat berunding langsung dengan pedagang pupuk guna mengetahui jenis apa serta cara yang pas guna pemupukan.

5. Hama & Penyakit
Berbagai macam jenis hama penyakit yang umumnya menjangkit tomat rampai yaitu sebagai berikut:
- Daun busuk dan ada bercak di daun serta mengakibatkan daun jadi layu lalu mati
- Tangkai daun bisa mati, tangkai berubah kering serta lalu mati.
- Ulat buah, adanya tanda seperti buah tomat rampai yang berlubang
- Lalat buah, umumnya bakal mengakibatkan tomat rampai jadi gampang busuk

6. Pemanenan
Anda dapat memperkirakan masa panen tomat rampai sesuai dengan siapnya tanaman yang Anda tanam, Anda dapat tau dari ciri khusus yang di tampakan si tomat rampai yakni sudah mulai memerah serta pada kulitnya sudah mulai lunak/empuk.

Jangan menunda-nunda pemanenan ataupun memanennya terlalu masak, sebab bakal mengakibatkan tomat rampai jadi membusuk, mulailah mengerjakan pemanenan sebelum tomat rampai benar-benar masak/matang.

Kamis, 16 November 2017

Inilah Cara Budidaya Waluh Atau Labu Kuning

Waluh atau Labu Kuning adalah buah dari tumbuhan merambat dari suku labu-labuan atau Cucurbitaceae. Banyak orang yang menyukai waluh ini dan banyak memanfaatkannya sebagai bahan makanan seperti sup, kudapan manis, bubur dan masih banyak yang lainnya. Sebab manfaat yang berjenis-tipe dari waluh ini, banyak orang yang berupaya untuk melakukan budidaya labu kuning ini. Berikut adalah sistem budidaya labu kuning :

a. Persyaratan Tumbuh
Labu Kuning atau Waluh dapat tumbuh dengan bagus pada tempat dengan ketinggian sekitar 800-1.200 mdpl dengan memiliki curah hujan sekitar 700-1000 mm/tahun, dan memiliki kelembaban udara sekitar 75%. Tanah yang bagus untuk menanam waluh atau labu kuning ini ialah tanah aluvial berhumus, tanah gembur kering bekas rawa, andosol, tanah merah dan grumosol denan derajat keasaman atau pH tanah sekitar 5,0 hingga 6,5. Dan hal penting lainnya adalah lahan yang akan diterapkan untuk budidaya memiliki ketercukupan cahaya sang surya.

b. Pemilihan dan Persiapan Bibit Waluh
Perbanyakan benih tanaman waluh paling lazimnya dikerjakan dengan sistem generatif atau melalui biji. Pilihlah buah calon benih waluh yang bagus adalah buah yang berukuran besar, memiliki warna kulit cerah dan memiliki pangkal buah yang kecil. Buah yang telah dipilih untuk benih, biarkan masak di pohon lalu sesudah masak petik buah hal yang demikian dan diamkan selama 7 hari. Sesudah itu, buah dibelah dan diambil bijinya lali ditempatkan pada wadah, biarkan semalaman.

Biji yang telah didiamkan selama semalaman, berikutnya rendam biji benih dengan air dan bersihkan selaput lendir pada biji atau untuk memudahkan penghilangan selaput lendir biji, biji dapat dicampur dengan arang sekam halus saat perendaman. Beiringan dengan perendaman lakukan pemilihan biji benih, biji yang tenggelam akan ditanam dan biji yang mengapung akan dibuang.

Sesudah perendaman, berikutnya jemur bij benih selama 2 hari hingga kering. Apabila bijji telah kering langsung simpan biji selama sekitar 1 hingga 3 bulan sebelum ditanam agar menghilangkan masa dormansi biji.

Biji yang akan ditanam, sehari sebelumnya biji benih direndam dalam air hangat selama 2 hingga 4 jam, sesudah itu letakkan pada kain yang telah dibasahi den simpan sekitar 3 hari hingga biji berkecambah. Biji yang telah berkecambah bisa ditanam ke lahan tanam secara langsung.

c. Pengolahan Lahan Tanam
Lakukan pengolahan tanah pada lahan tanam sebelum siap ditanami. Gemburkan tanah lahan dengan sistem dibajak atau di pacul sedalam 20 cm – 30cm. Lakukan pengapuran menerapkan kapur pertanian atau dolomit apabila ph tanah dibawah 6, keperluan kapur atau dolomit hal yang demikian untuk 1 hektar lahan adalah sekitar 1 hingga 2 ton. Apabila telah, lakukan pemupukan dasar dengan menerapkan pupuk dasar dan diamkan selama 1 hingga 2 minggu.

Buatlah bedengan tanah dengan ukuran lebar sekitar 1 meter, tinggi sekitar 20 cm – 30 cm, dan panjang menyesuaikan lahan tanam. Jarak antar bedengan diciptakan dengan jarak sekitar 35 cm – 40 cm. Apabila bednan telah siap berikutnya lakukan pemulsaan dengan mulsa plastik agar kelembaban tanah tetap terjaga.

Setelah itu, buatlah lubang tanam pada permukaan mulsa plastik dengan ukuran diameter sekitar 10 cm. Dalam 1 bedengan diciptakan 2 baris lubang tanam dengan jarak antar lubang dalam 1 baris sekitar 40 cm dan jarak antar lubang antar baris sekitar 40 cm. Sesudah lubang tanam jadi, berikutnya lubang tanam diberi pupuk berupa pupuk kandang atau pupuk kompos dengan dosis sekitar 1-1,5 kg/lubang tanam. Kebutuhan pupuk kandang atau pupuk kompos untuk 1 hektar lahan adalah sekitar 20 hingga 35 ton.

d. Penanaman Waluh Atau Labu Kuning
Sesudah benih dan lahan tanam siap, maka langsung lakukan penanaman. Benamkan 1 benih dalam tiap lubang lalu timbun kembali dengan tanah, pembenaman hal yang demikian jangan terlalu dalam adalah sekitar 0,5 atau 2 cm agar kencang tumbuh. Sesudah berumur sekitar 7 hari, benih yang tadinya berkecambah berikutnya akan tumbuh lebih tinggi.

e. Perawatan Tanaman

Penyulaman
Sesudah tanaman berumur sekitar 7 hari maka lakukan penyulaman pada tanaman yang mati atau tak tumbuh dengan bagus dan ganti dengan benih yang baru.

Penyiangan
Sesudah tanaman berumur 3 hingga 4 minggu maka langsung lakukan penyiangan kepada gulma atau tanaman pengganggu lainnya. Penyiangan berikutnya dikerjakan dengan memperhatikan frekuensi gulma yang ada.

Pemupukan Susulan
Sesudah tanaman berumur 3 minggu maka lakukan pemupukan susulan dengan menerapkan pupuk organik cair yang terbuat dari pupuk kandang yang dicampur dengan air dengan komposisi 1 Kg pupuk kandang dan 1 liter air. Tetapi pupuk hal yang demikian diciptakan dan difermentasikan selama seminggu dulu baru diterapkan untuk pemupukan. Cara pemupukan dikerjakan dengan sistem menyemprotkan pupuk organik yang telah diciptakan ke lubang tanam dan juga bagian tanaman untuk tiap 1 meter persegi lahan diperlukan sekitar 1 L pupuk cair. Pemupukan iini dikerjakan secara rutin adalah tiap 3 bulan sekali.

Pemberian Lanjaran
Supaya melakukan perawatan lebih gampang maka kasih tanaman lanjaran. Lilitkan tanaman waluh pada lanjaran. Lanjaran hal yang demikian terbuat dari bambu dengan ukuran 2 meter dan ketinggian 1,5 meter.

f. Pemanenan Waluh
Waluh atau Labu Kuning mulai berbuah saat berumur sekitar 60 hari sesudah tanam dan waluh dapat mulai dipanen sesudah berumur sekitar 80 hari sesudah tanam. Pemanenan dapat dikerjakan secara bertahap 1 hingga 2 bulan.