Minggu, 29 Juli 2018

Tips Membuat Green Gouse Sederhana dan Bahan yang Dibutukan


Apa pengertian Green House?

  Green house atau rumah hijau penting sekali untuk menunjang produksi pertanian karena pada green house ada suasana lingkungan yang terkendali di mulai dari cahaya matahari, kelembapan, suhu dan jumlah pengairan. Dengan tujuan lingkungan yang terkendali diharapkan hasil panen tanaman ini akan meningkat.

  Bahan plastik yang dipakai greenhouse tak boleh sembarangan,harus khusus plastik Uv yang mampu mencaga radiasi matahari. Plastik Uv sangat gampang ditemuai ,kita bisa membelinya dengan cara online. Plastik UV inilah memang dibuat khusus untuk bagian atas grenhouse dan diberi dengan zat aditif lainya yang mendukung kerja plastik. Karena mudahnya bahan yang didapat kita bisa membuat greenhouse sendiri dengan cara yang gampang.

Bahan - bahan Untuk Membuat Green House Sederhana

Bahan Untuk Membuat Green House Antara Lain:
1. Bambu, kayu / pipa PVC untuk membuat kerangka green house
2. Plastik UV atau ultra violet green house untuk menutupi atap dan melindungi tanaman dari                  hujan
3. Paranet / screen net atau insect screen untuk mengurangi cahaya matahari dan memberikan                  sirkulasi udara
4. Lem, tali, paku dan lain - lain yang digunakan untuk menyambungkan dan meratakan.

Baca Juga : 



Cara Membuat Green House Sederhana

1. Siapkan tempat untuk membuat / membangun green house
2. Bikinlah ukuran green house dengan sesuaikan dengan luas lahan yang disediakan
3. Bikinlah rangkah green house. Anda dapat membuat kerangka sama dengan rumah atau                      menggunakan bentuk lengkung. Jika kalian memilih bentuk lengkung bikinlah rangka lengkungan      menggunakan pipa PVC.
4. Tutupilah bagian atas menggunakan plastik dan tutuplah sekeliling dengan paranet / screen.                Paranet akan menjaring masuknya hama tumbuhan masuk ke dalam green house.
5. Pakailah paku, tali, dan lem untuk menyatukan dan merekatkan.
6. Jangan lupa bikinlah pintu untuk kita keluar masuk ke dalam green house.
7. Bikinlah bedeng-bedeng pensemaian atau rak-rak untuk menyimpan tanaman sesuai dengan                keinginan.


Jika Anda Membutuhkan atau Ingin Menggunakan Plastik UV untuk pembuatan green house atau untuk pengeringan atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga yang murah dan bahannya lebih awet Anda bisa menghubungi kami melalui SMS/CALL pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)
Telp : 031- 8830487
Mobile : 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Web : Harga plastik uv > kilk / kilk 






Jumat, 02 Februari 2018

Yuk Pelajar Lebih Lanjut Tentang GreenHouse dan PlastikUV


     Apabila dahulu greenhouse cuma dipakai oleh beberapa ilmuan untuk mempelajari tanaman, saat ini greenhouse mulai dipakai oleh orang-orang umum sebagai tempat bercocok tanam komuditi pertanian ataupun bunga hias. Material untuk bangunan greenhouse saat ini juga sudah makin bermacam. Umpamanya saja material untuk pembuatan kerangka greenhouse. Kerangka greenhouse bisa di buat bermaterial kayu, bambu ataupun besi. Sedang untuk material atap ataupun dinding bisa terbuat dari kaca, plastik type PE, paranet serta yang paling baru yaitu plastik greenhouse dengan UV stabilizer atau kerap dikatakan sebagai plastik UV.

     Bangunan green house dibuat sedemikian rupa mulai dari dibangun dengan bersambung menggunakan dinding yang disatukan sampai dengan dinding permanen serta keduanya. Dinding yang disatukan atau dapat disambung dan dilepas dapat memanfaatkan kasa plastik (screen) menyerupai jaring dibantu oleh kerangka yang terbuat dari kayu atau besi bahkan bambu, sedangkan dinding permanen terbuat dari bahan batu bata seperti pembuatan dinding rumah.

     Green house dengan menggunakan dinding permanen tidak disarankan dibuat secara penuh, yakni hanya setengah dari tinggi dinding yang akan dibuat, dan setengah bangunan dinding sisanya dibangun dengan kasa plastik yang menyerupai jaring. Hal tersebut bertujuan untuk terpaan sinar matahari yang dibutuhkan tanaman dapat diterima dan diserap secara maksimal yang dapat membantu proses fotosintesis tanaman yang akan dibudidayakan.

     Bangunan green house juga harus dapat dilalui udara untuk ventilasi sehingga temperatur dan kelembaban yang terlalu tinggi dapat dihindari. Penerapan jenis bangunan green house disesuaikan dengan tujuan dari bercocok tanam menggunakan teknik hidroponik itu sendiri, apakah dibangun untuk keperluan skala kecil seperti pemanfaatan lahan kosong atau skala besar seperti perusahaan yang menuntut dapat memproduksi hasil panen setiap hari. Lantai green house dapat berupa tanah, dapat juga dengan penutupan semen.

    Greenhouse, sebuah perkembangan di bagian tehnologi yang fokus pada pertanian. Greenhouse jadi bukti kalau penanaman bibit ataupun komuditi pertanian bisa dikerjakan di dalam ruang, bahkan juga tanaman yang tumbuh di dalam greenhouse jauh semakin bagus serta sehat dibanding dengan tanaman yang tumbuh di alam terbuka. Hal semacam ini karena greenhouse memberi keadaan yang lebih cocok untuk tanaman. Greenhouse dapat juga diperlengkapi dengan beragam jenis komponen pendukung supaya keadaan di dalam greenhouse termonitor.

Baca Juga :
Cara Menanam Bunga Melati Dalam Pot
Beginilah Cara Budidaya Tanaman Buah Naga
Beginilah Bagaimana Cara Budidaya Bunga Mawar
Inilah Tips Dan Cara Budidaya Kaktus Min

    Ciri khusus suatu bangunan disebut green house adalah memiliki atap yang bisa terbuat dari plastik UV (ultra violet) berbahan dasar polyethylene atau terbuat dari kaca bening yang sudah dibentuk menyerupai genteng pada bangunan rumah. Bangunan ini sangat membantu dalam budidaya tanaman teknik hidroponik.

Apa saja Keunggulan Plastik UV?

Plastik UV memiliki banyak manfaat atau keunggulan, diantaranya:

1. Digunakan sebagai alas penjemuran yang bermanfaat untuk melindungi tanaman agar tidak terlalu banyak menerima sinar matahari dan disaat cuaca tidak tentu.

2. Plastik UV lebih banyak digunakan karena plastik UV lebih kuat dan didesain sebagai atap greenhouse. Tidak hanya itu, plastik UV bukan plastik bening biasa, melainkan plastik yang mengandung bahan kimia tertentu yang memiliki ketebalan tertentu sehingga plastik UV akan tahan lama, tidak mudah rusak oleh perubahan cuaca dan lebih kuat dibandingkan dengan plastik biasa.Hal inilah yang akan membuat biaya perawatan dan produksi berkurang dan membuat hasil produksi meningkat.

3. Plastik UV bisa digunakan untuk atap dalam proses pengeringan hasil panen seperti; padi, kedelai, jagung, kopi, teh, kakao, ikan, dan lain-lain. Dan juga bisa digunakan untuk pengeringan untuk isdustri batu bata, genteng, batako, paving, dan lain-lain.

4. Ketahanan plastik UV juga tinggi, apabila plastik umum terserang cahaya matahari serta udara yang panas dalam durasi yang cukup lama makan bakal gampang alami degradasi lain perihal dengan plastik UV ini. Plastik ini tahan pada cahaya matahari serta udara panas dan tak gampang alami degradasi lantaran diberikan zat aditive yang berperan sebagai UV stabilizer bikin plastik ini mempunyai usia yang lebih panjang atau lama dibanding dengan type plastik yang lain. Tidak cukup sampai disitu saja plastik UV juga mempunyai kelebihan yang lain yakni tahan pada penggunaan obat-obatan atau bahan kimia seperti pestisida serta insectisida.

5. Plastik ultra violet mempunyai kandungan UV berbagai macam seperti kandungan UV 6% serta kandungan UV 14%. Ukurannya juga berbagai macam ada ukuran 150 cm dalam kondisi terlipat serta 300 cm dalam kondisi terbuka, ukuran 200 cm dalam kondisi terlipat serta 400 cm dalam kondisi terbuka. Sedang untuk ketebalan plastik ultra violet greenhouse atau plastik UV rata-rata mempunyai ketebalan 170 mikron. Dengan beragam jenis kelebihan itu plastik UV atau plastik ultra violet green house bisa bertahan sampai 3 atau 5 tahun.

Yaa Mungkin Itu Sekilas Info Tentang Greenhouse Dan Platik UltraViolet Semoga Bermanfaat Bagi Para Pembaca Sekalian :)


 
Ready Stock plastik UV 6% , 14% kualitas lokal maupun import lebar 3m, 6m, dan 8m.
Untuk dapat harga plastik UV bisa anda klik disini http://bit.ly/2cZXTMU, untuk pemesanan langsung saja hubungi 081232584950 | 087702821277 | 085233925564
Penggunaan plastik UV sangat berguna untuk mengontrol temperature didalam greenhouse,sehingga suhu didalam greenhouse akan tetap normal saat siang hari / malam hari. Selengkapnya klik www.uvplastik99.com
Info update harga plastik UV bisa anda klik disini http://bit.ly/2cZXTMU
#PlastikUv #Greenhouse #UvMerkHercules #AtapGreenhouse





Rabu, 24 Januari 2018

Inilah Cara Budidaya Tanaman Jambu merah

Jambu Merah
Tanaman buah jambu merah ini memiliki nilai ekonomis terutama karena rasanya manis. Warna buah yang menarik dan mengandung vitamin C yang cukup tinggi. Budidaya jambu merah merupakan salah satu usaha di bidang agribisnis yang dapat ditekuni dan menjanjikan keuntungan. Pemasarnya yang lumayan besar disebabkan karena jambu merah ataupun yang banyak dikenal sebagai jambu biji atau jambu klutuk ini, yang banyak mengandung vitamin A dan C. Pemasarannya tidak hanya di pasar tradisional, tetapi juga di supermarket.

Tak heran bila, budidaya jambu merah batu kini semakin marak di Tanah Air. Saat ini semakin banyak  para petani yang menikmati keuntungan dari manisnya jambu ini. Tanaman buah jambu merah akan tumbuh lebih baik pada lahan yang gembur dan diberi pupuk organik. Jambu merah ialah tanaman daerah tropis yang akan tumbuh subur pada lahan yang ketinggianya sekitar 5 - 1.200 meter dari permukaan laut, dengan suhu pada siang hari berkisar sekitar 23 - 28 derajat celcius.

Tidak terlalu berbeda dengan petani yang lain, bibit tanaman jambu merah yang ditanam dilakukan dengan cara pencangkokan. Tanaman jambu merah yang ditanam dengan sistem pencangkokan ini, sudah mulai berbuah setelah berumur tujuh bulan. Supaya tidak rusak dan terkena hama, buah jambu merah yang ada di pohon harus dibungkus dengan dengan plastik.

Dalam membudidayakan tanaman jambu merah, anda bisa menerapkan sistem kultur teknis budidaya jambu biji. Jarak tanam diatur sesuai dengan anjuran. Bibit dipilih dari tanam yang sehat. Pemupukan dilakukan sesuai dengan kebutuhan tanaman. Untuk budidaya jambu merah ada beberapa tahap yang perlu Anda lakukan. Inilah cara yang dapat anda lakukan supaya panen yang diharapkan bisa tercapai:

A. Bibit
Sebagai bibit dapat digunakan dengan biji, cangkok, tunas akar atau pun okulasi. Perbanyakan dengan biji baru mulai berbuah setelah berumur 7 - 8 tahun. Penyangkokan ialah cara mudah untuk memperbanyak tanaman selain itu penyangkokan mendapatkan tanaman yang mempunyai sifat seperti induknya, selain itu tanaman akan cepat berbuah.

Baca Juga :
Cara Menanam Bunga Melati Dalam Pot
Beginilah Cara Budidaya Tanaman Buah Naga
Beginilah Bagaimana Cara Budidaya Bunga Mawar
Inilah Tips Dan Cara Budidaya Kaktus Mini

B. Penanaman
Buat lubang tanaman dengan ukuran 40x40x40 cm dan jarak tanam 4×4 m. Dua minggu sebelum tanam, lubang diberi pupuk kandang sebanyak 1-2 blek (20 kg). Selanjutnya bibit harus di tanam di tengahnya dengan membuang pembungkusnya (keranjang) dan setelah itu tutup kembali dengan tanah yang telah dicampur pupuk kandang.

C. Pemupukan
Sebagai pupuk dasar diberikan 20 kg pupuk kandang atau 10 kg kotoran ayam yang sudah matang. Pada tanaman yang berumur satu tahun ditambah pupuk kandang dan 600 - 750 gram NPK. Tanaman dapat diberikan pupuk NPK sekitar 4 - 5 kali (setiap kali pemberian 150 gram). Umur dua tahun ditambah 225 gram NPK per pohon diberikan selama 4 - 5 kali. Umur tiga tahun ditambahkan 450 gram per pohon diberikan 4 - 5 kali.

D. Pemeliharaan
Pemangkasan tunas-tunas air, cabang tersier yang tumbuh ke bawah dan ranting-ranting yang kering. Penyiangan dilakukan bersama-sama dengan pemupukan. Penyiraman dapat dilakukan pada tanaman yang masih muda.

E. Panen
Pemanenan dapat dilakukan setelah buah jambu yang tadinya berwarna hijau pekat berubah menjadi kuning muda. Cara memanen jambu merah yang baik ialah dengan cara memetik buah jambu bersama tangkainya.

Senin, 18 Desember 2017

6 Tips Lengkap & Praktis Untuk Suksesnya Budidaya Tomat Rampai

Tomat Rampai
Tomat rampai memiliki bentuk yang berbeda jauh, kalau Anda bandingkan dengan tomat buah yang Anda jumpai pada pedagang sayuran yang menjualkan dagangannya di pasar tradisional ataupun modern.

Tanaman tomat rampai ini termasuk komponen pangan yang sudah terbukti bernilai lebih kepada para petani yang memeliharakan tanaman rampai tomat ini.

Berikut cara budidaya tomat rampai dengan mudah dan praktis, serta hasil panennya yang melimpah ruah yang harus Anda terapkan :

1. Persiapan Lahan
Mempersiapkan area lahan sebelum proses penanaman sangat penting dilakukan. Sebab tomat rampai bisa tumbuh subur di tanah yang gembur disarankan guna menggemburkan sebelum penanaman di lahan tanah dilakukan, caranya dapat dengan mencangkuli ataupun membajak serta lakukan pemupukan pada tanah, dan juga pembuatan gundukan guna memudahkan melakukan penanaman.

2. Penyemaian Bibit
Untuk memastikan perkembangan tomat rampai menjadi sempurna, lebih baik Anda kerjakan penyemaian bibit lebih dulu menggunakan polybag yang sudah diisikan dengan tanah dan campuran pupuk kandang serta juga kerjakan pemeliharaan dengan intensif, dan pula kerjakan penyiraman sampai tomat rampai tumbuh besar. Sesudah tunas muncul serta berusia 8-10 hari, maka kerjakannya pemilihan bibit serta pilih tomat dengan kondisi sehat berwarna hijau serta subur.

Baca Juga :
Cara Menanam Bunga Melati Dalam Pot
Beginilah Cara Budidaya Tanaman Buah Naga
Beginilah Bagaimana Cara Budidaya Bunga Mawar
Inilah Tips Dan Cara Budidaya Kaktus Mini

3. Penanaman
Sesudah bibit tomat rampai berusia sekitar 3 mingguan, kini Anda dapat mulai memindahkan bibit yang telah tumbuh tadi ke gundukan tanah di area lahan yang sudah disiapkan, jangan lupa buat lubang tanam dengan kedalaman yang sesuai dengan polybag yang Anda gunakan. Aturlah jarak tanam yang cocok dengan yang Anda butuhkan, namun atur kembali jarak dana pada kerapatan sesuai supaya tomat rampai bisa tumbuh dengan sehat.

4. Pemeliharaan & Perawatan
Sangatlah penting sekali guna mengerjakan langkah penyiraman dengan rutin serta mengerjakan proses penyiangan secara berkala guna menjauhkan rumput-rumput yang dapat mengacaukan perkembangan tomat rampai Anda, jangan lupa juga melakukan pemupukan yang cocok dengan persyaratan, Anda dapat berunding langsung dengan pedagang pupuk guna mengetahui jenis apa serta cara yang pas guna pemupukan.

5. Hama & Penyakit
Berbagai macam jenis hama penyakit yang umumnya menjangkit tomat rampai yaitu sebagai berikut:
- Daun busuk dan ada bercak di daun serta mengakibatkan daun jadi layu lalu mati
- Tangkai daun bisa mati, tangkai berubah kering serta lalu mati.
- Ulat buah, adanya tanda seperti buah tomat rampai yang berlubang
- Lalat buah, umumnya bakal mengakibatkan tomat rampai jadi gampang busuk

6. Pemanenan
Anda dapat memperkirakan masa panen tomat rampai sesuai dengan siapnya tanaman yang Anda tanam, Anda dapat tau dari ciri khusus yang di tampakan si tomat rampai yakni sudah mulai memerah serta pada kulitnya sudah mulai lunak/empuk.

Jangan menunda-nunda pemanenan ataupun memanennya terlalu masak, sebab bakal mengakibatkan tomat rampai jadi membusuk, mulailah mengerjakan pemanenan sebelum tomat rampai benar-benar masak/matang.

Kamis, 16 November 2017

Inilah Cara Budidaya Waluh Atau Labu Kuning

Waluh atau Labu Kuning adalah buah dari tumbuhan merambat dari suku labu-labuan atau Cucurbitaceae. Banyak orang yang menyukai waluh ini dan banyak memanfaatkannya sebagai bahan makanan seperti sup, kudapan manis, bubur dan masih banyak yang lainnya. Sebab manfaat yang berjenis-tipe dari waluh ini, banyak orang yang berupaya untuk melakukan budidaya labu kuning ini. Berikut adalah sistem budidaya labu kuning :

a. Persyaratan Tumbuh
Labu Kuning atau Waluh dapat tumbuh dengan bagus pada tempat dengan ketinggian sekitar 800-1.200 mdpl dengan memiliki curah hujan sekitar 700-1000 mm/tahun, dan memiliki kelembaban udara sekitar 75%. Tanah yang bagus untuk menanam waluh atau labu kuning ini ialah tanah aluvial berhumus, tanah gembur kering bekas rawa, andosol, tanah merah dan grumosol denan derajat keasaman atau pH tanah sekitar 5,0 hingga 6,5. Dan hal penting lainnya adalah lahan yang akan diterapkan untuk budidaya memiliki ketercukupan cahaya sang surya.

b. Pemilihan dan Persiapan Bibit Waluh
Perbanyakan benih tanaman waluh paling lazimnya dikerjakan dengan sistem generatif atau melalui biji. Pilihlah buah calon benih waluh yang bagus adalah buah yang berukuran besar, memiliki warna kulit cerah dan memiliki pangkal buah yang kecil. Buah yang telah dipilih untuk benih, biarkan masak di pohon lalu sesudah masak petik buah hal yang demikian dan diamkan selama 7 hari. Sesudah itu, buah dibelah dan diambil bijinya lali ditempatkan pada wadah, biarkan semalaman.

Biji yang telah didiamkan selama semalaman, berikutnya rendam biji benih dengan air dan bersihkan selaput lendir pada biji atau untuk memudahkan penghilangan selaput lendir biji, biji dapat dicampur dengan arang sekam halus saat perendaman. Beiringan dengan perendaman lakukan pemilihan biji benih, biji yang tenggelam akan ditanam dan biji yang mengapung akan dibuang.

Sesudah perendaman, berikutnya jemur bij benih selama 2 hari hingga kering. Apabila bijji telah kering langsung simpan biji selama sekitar 1 hingga 3 bulan sebelum ditanam agar menghilangkan masa dormansi biji.

Biji yang akan ditanam, sehari sebelumnya biji benih direndam dalam air hangat selama 2 hingga 4 jam, sesudah itu letakkan pada kain yang telah dibasahi den simpan sekitar 3 hari hingga biji berkecambah. Biji yang telah berkecambah bisa ditanam ke lahan tanam secara langsung.

c. Pengolahan Lahan Tanam
Lakukan pengolahan tanah pada lahan tanam sebelum siap ditanami. Gemburkan tanah lahan dengan sistem dibajak atau di pacul sedalam 20 cm – 30cm. Lakukan pengapuran menerapkan kapur pertanian atau dolomit apabila ph tanah dibawah 6, keperluan kapur atau dolomit hal yang demikian untuk 1 hektar lahan adalah sekitar 1 hingga 2 ton. Apabila telah, lakukan pemupukan dasar dengan menerapkan pupuk dasar dan diamkan selama 1 hingga 2 minggu.

Buatlah bedengan tanah dengan ukuran lebar sekitar 1 meter, tinggi sekitar 20 cm – 30 cm, dan panjang menyesuaikan lahan tanam. Jarak antar bedengan diciptakan dengan jarak sekitar 35 cm – 40 cm. Apabila bednan telah siap berikutnya lakukan pemulsaan dengan mulsa plastik agar kelembaban tanah tetap terjaga.

Setelah itu, buatlah lubang tanam pada permukaan mulsa plastik dengan ukuran diameter sekitar 10 cm. Dalam 1 bedengan diciptakan 2 baris lubang tanam dengan jarak antar lubang dalam 1 baris sekitar 40 cm dan jarak antar lubang antar baris sekitar 40 cm. Sesudah lubang tanam jadi, berikutnya lubang tanam diberi pupuk berupa pupuk kandang atau pupuk kompos dengan dosis sekitar 1-1,5 kg/lubang tanam. Kebutuhan pupuk kandang atau pupuk kompos untuk 1 hektar lahan adalah sekitar 20 hingga 35 ton.

d. Penanaman Waluh Atau Labu Kuning
Sesudah benih dan lahan tanam siap, maka langsung lakukan penanaman. Benamkan 1 benih dalam tiap lubang lalu timbun kembali dengan tanah, pembenaman hal yang demikian jangan terlalu dalam adalah sekitar 0,5 atau 2 cm agar kencang tumbuh. Sesudah berumur sekitar 7 hari, benih yang tadinya berkecambah berikutnya akan tumbuh lebih tinggi.

e. Perawatan Tanaman

Penyulaman
Sesudah tanaman berumur sekitar 7 hari maka lakukan penyulaman pada tanaman yang mati atau tak tumbuh dengan bagus dan ganti dengan benih yang baru.

Penyiangan
Sesudah tanaman berumur 3 hingga 4 minggu maka langsung lakukan penyiangan kepada gulma atau tanaman pengganggu lainnya. Penyiangan berikutnya dikerjakan dengan memperhatikan frekuensi gulma yang ada.

Pemupukan Susulan
Sesudah tanaman berumur 3 minggu maka lakukan pemupukan susulan dengan menerapkan pupuk organik cair yang terbuat dari pupuk kandang yang dicampur dengan air dengan komposisi 1 Kg pupuk kandang dan 1 liter air. Tetapi pupuk hal yang demikian diciptakan dan difermentasikan selama seminggu dulu baru diterapkan untuk pemupukan. Cara pemupukan dikerjakan dengan sistem menyemprotkan pupuk organik yang telah diciptakan ke lubang tanam dan juga bagian tanaman untuk tiap 1 meter persegi lahan diperlukan sekitar 1 L pupuk cair. Pemupukan iini dikerjakan secara rutin adalah tiap 3 bulan sekali.

Pemberian Lanjaran
Supaya melakukan perawatan lebih gampang maka kasih tanaman lanjaran. Lilitkan tanaman waluh pada lanjaran. Lanjaran hal yang demikian terbuat dari bambu dengan ukuran 2 meter dan ketinggian 1,5 meter.

f. Pemanenan Waluh
Waluh atau Labu Kuning mulai berbuah saat berumur sekitar 60 hari sesudah tanam dan waluh dapat mulai dipanen sesudah berumur sekitar 80 hari sesudah tanam. Pemanenan dapat dikerjakan secara bertahap 1 hingga 2 bulan.

Senin, 16 Oktober 2017

Beginilah Bagainama Cara Budidaya Sawo

sawo
Sawo (Achras zapota) merupakan tanaman buah berupa pohon yang dapat tumbuh besar dan berbuah lebat.Daunnya yang rimbun mampu menjadi penaung dari sengatan matahari.Tanaman yang sebelumnya berada di daerah tropis Guatemala (Amerika Tengah),Mexico,dan Hindia Barat ini telah menyebar ke berbagai negara di dunia,termasuk Indonesia.Berdasarkan urutan klasifikasi di kalangan ilmiah,sawo yang disebut neesbery atau sapodilla tergolong ke dalam famili Sapotaceae.

Buah sawo ternyata baik juga untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.Maka tak heran,kini buah sawo makin banyak dijual dengan kemasan jus.Tak hanya itu,sawo ternyata juga bisa menyembuhkan beberapa penyakit.

Buah berwarna cokelat yang di daerah Sumatera Barat lebih dikenal dengan sebutan saos ini ternyata menyimpan banyak khasiat.Selain rasanya yang manis,daging buah sawo dapat digunakan untuk menyembuhkan diare.Caranya adalah sebagai berikut:
Ambil satu buah sawo muda dan cuci bersih.
Parut,lalu peras dan saring.Tambahkan sedikit air matang.
Minum dua kali sehari.
Cara Budidaya Tanaman Sawo

Iklim Tempat yang cocok Menanam Sawo
Tanaman ini cukup bisa menyesuaikan terhadap berbagai suhu.Akan tetapi suhu yang terlalu panas akan merusak pertumbuhan sawo.
Curah hujan antara 1250-2500 mm per tahun yang tersebar merata sepanjang tahun.
Sawo cukup tahan terhadap gannguan angin.

Ketinggian tempat Sawo
Sawo masih dapat tumbuh cukup baik sampai ketinggian 900 m di atas permukaan laut,meskipun masih dapat tumbuh sampai ketinggian 2500 m di atas permukaan laut.

Tanah Sawo
Sawo tumbuh baik pada tanah alluvial dan tanah berpasir.Tanah liat masih cukup sesuai asal drainasenya baik.
Sawo cukup tahan terhadap kekeringan.
Sawo tumbuh baik pada tanah dengan kisaran pH tanah antara 6 – 7.

Perbanyakan tanaman Sawo
Sawo dapat diperbanyak dengan cara generatif (dengan biji) maupun secara vegetatif.
Kualitas buah yang dihasilkan dengan biji tidak sama dengan sifat induknya,sedangkan yang diperbanyak dengan cara vegetatif (okulasi atau sambung) keunggulan sifat induknya dapat dipertahankan.

Baca Juga :
Cara Menanam Bunga Melati Dalam Pot
Beginilah Cara Budidaya Tanaman Buah Naga
Beginilah Bagaimana Cara Budidaya Bunga Mawar
Inilah Tips Dan Cara Budidaya Kaktus Mini

Pengolahan tanah Sawo
Lahan disiapkan sebelum musim hujan.
Lahan dibersihkan dari rerumputan,dibajak,dicangkul.

Jarak tanam Sawo
Jarak tanam sekitar 8-9 m x 8-9 m,sehingga tanaman tidak akan berdekatan kalau sudah besar.
Air dipasang pada tempat yang akan dibuat lobang tanam.

Pembuatan dan pengisian lobang Sawo
Buat lubang-lubang dengan ukuran 50 x 50 x 50 cm dengan titik tengah di tempat air.
Pisahkan tanah galian bagian atas dan bagian bawah.
Isi lubang dengan tanah bagian atas yang dicampur pupuk kandang _ 30 kg/ lubang.
Dan bairkan lobang terbuka kira-kira 2 minggu untuk mempercepat pelapukan.

Penanaman Sawo
Penanaman dilakukan pada musim hujan.
Penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari.
Polibag dilepas dengan hati-hati jangan sampai tanah menjadi pecah.
Usahakan leher akar tetap seperti pada waktu di persemaian dan bagian yang diokulasi/sambung tidak tertimbun tanah.
Peneduh,mulsa,dan tanaman penutup tanah sangat baik pada awal pertumbuhan sawo.

Penyiraman Sawo
Dilakukan setiap hari sehingga tanaman tidak layu.Penyiraman harus hati-hati sebab sawo sangat peka terhadap genangan air.

Pengendalian hama dan penyakit Sawo
Ada beberapa penyakit yang biasa menyerang sawo yaitu penyakit pink (Corticium salmonicolor) dan penyakit bercak daun (Phaeophleospora indica).Penyakit ini dapat dikendalikan dengan penyemprotan fungisida yang mengandung sulfur atau tembaga.Sedangkan hama yang menyerang sawo adalah lalat buah (Daucus dorsalis) yang memakan daging buah yang sudah matang lakukan penyemprotan fungisida misalnya dengan bubur Bordeaux dengan dosis seperti yang tertera di kemasan.Keunggulan fungisida ini adalah kemampuannya melekat lebih baik dibandingkan fungisida lain.Sejauh ini belum ada cara pengendalian hama yang cukup memuaskan.

Pemangkasan bunga,ranting dan cabang Sawo
Sawo tidak mebutuhkan pemangkasan.

Penyiangan dan penggemburan Sawo
Gulma harus disiangi agar tidak menjadi pesaing tanaman sawo.
Penyiangan pada tanaman muda harus dilakukan dengan hati-hati.Sebaiknya dilakukan dengan mencabut gulma.
Penggemburan dilakukan disekitar tanaman sawo bersamaan dengan penyiangan sehingga memberikan lingkungan yang baik bagi akar.

Pemupukan Sawo
Sawo membutuhkan 1.5 kg N,dan 0.5 kg P2O5 dan K2O per pohon.
Pupuk diberikan 2 kali setahun,menjelang musim hujan untuk mendukung pertumbuhan dan menjelang musim hujan berakhir untuk mendukung produksi buah.

Pemanenan Sawo
Sawo yang berasal dari biji mulai berbuah setelah berumur 5 tahun.Sawo dari perbanyakan vegetatif bisasanya berbuah lebih cepat.
Jumlah buah tergantung umur tanaman.Tanaman berumur 15 tahun dapat menghasilkan 280-300 kg buah.
Sawo bisa berbuah sepanjang tahun tetapi biasanya terdapat 1 atau 2 musim panen raya.
Daging buah masak akan berubah warna dari hijau menjadi kuning kecoklatan.
Dari luar penampakan buah masak sulit dilihat karena daging buah dilapisi kulit yang berwarna kuning kecoklatan.Buah masak akan menghasilkan lebih sedikit getah dibandingkan buah yang belum masak.Cara yang paling mudah mengamati buah masak adalah dengan membelah buah dan melihat daging buah.

Selasa, 19 September 2017

Cara Menanam Cabai Saat Musim Hujan

plastik uv,plastik uv adalah,plastik uv atap greenhouse,plastik uv di surabaya,plastik uv greenhouse   murah,plastik uv hidroponik,plastik uv merk vatan,plastik uv sidoarjo,plastik uv surabaya,plastik uv untuk   atap greenhouse,plastik uv untuk greenhouse,plastik uv untuk hidroponik,plastik uv untuk kolam,plastik uv   untuk tanaman
Menanam Cabai Saat Musim Hujan
Menanam cabai di musim hujan memerlukan teknik budidaya dan perawatan yan cukup intensif dibandingkan jika menanam cabai pada musim kemarau. Menanam cabai pada musim hujan bukanlah musim yang ideal bagi budidaya cabai, sehingga biasanya menanam cabai pada musim hujan disebut sebagai bertanam cabai di luar musim (off season). Pada saat mengadakan pembudidayaan tanaman cabai di musim hujan anda akan menghadapi kendala cuaca yang tidak kondusif  bagi tumbuh kembangnya tanaman cabai secara normal. Musim hujan ditandai dengan curah hujan yang tinggi dan kelembaban yang tinggi. Beberapa hal akan memicu berkembangnya organisme pengganggu tanaman baik hama maupun penyakit tanaman sehingga risiko kegagalan  panennya menjadi lebih besar.

Walaupun demikian menanam cabai pada musim hujan mempunyai potensi untuk memperoleh keuntungan yang tinggi. Harga yang tinggi pada saat musim hujan menjadi incaran para petani. Penyebab kenaikan harga cabai di saat musim hujan ini disebabkan oleh stok cabai yang sangat menurun drastis, dikarenakan pada saat musim hujan hanya sedikit yang mengusahakan tanaman cabai karena risiko kegagalanya sangat besar.

Iklim
Curah hujan yang tinggi atau iklim yang basah tidak sesuai untuk pertumbuhan tanaman cabai. Pada keadaan tersebut tanaman akan mudah terserang penyakit, terutama yang disebabkan oleh cendawan, yang dapat menyebabkan bunga gugur dan buah membusuk. Curah hujan yang baik untuk pertumbuhan tanaman cabai merah adalah sekitar 600-1200 mm per tahun.

Sinar matahari sangat diperlukan sejak pertumbuhan bibit hingga tanaman berproduksi. Dengan begitu, tumbuhan cabai termasuk ke dalam kelompok tanaman C3 tidak menghendaki sinar matahari secara penuh. Tanaman dari kelompok C3 memiliki titik kompensasi cahaya rendah dan dibatasi oleh tingginya fotorespirasi. Oleh karena itu, peningkatan suhu dan intensitas cahaya matahari menyebabkan tanaman cabai merah tidak dapat tumbuh optimal.

Baca Juga :
Pengertian ,Fungsi , Jenis, Keuntungan Plastik Mulsa Hitam Perak
Pengertian,Manfaat/Fungsi,Jenis,Ukuran Plastik UV
Pengertian,Keunggulan,Ukuran,Kualitas Polybag
Kegunaan, Manfaat dan Fungsi Jaring Polynet/Jaring Safety net

Penggunaan Greenhouse
Penggunaan greenhouse (rumah naungan) merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi intensitas cahaya matahari yang tinggi. Pada fase bibit, semua jenis tanaman tidak tahan terhadap intensitas cahaya matahari penuh. Pada tanaman kelompok C3 termasuk tanaman cabai, naungan tidak hanya diperlukan pada fase bibit, tetapi diperlukan juga sepanjang siklus hidup tanaman tersebut. Dampak penggunaan naungan terhadap iklim mikro antara lain:

Intensitas cahaya matahari berkurang sebesar 30-40%
Aliran udara di sekitar tajuk berkurang
Kelembaban udara di sekitar tajuk lebih stabil (60-70%)
Laju evapotranspirasi berkurang
Terjadi keseimbangan antara ketersediaan air dengan tingkat transpirasi tanaman
Pada budidaya cabai merah, dapat membuat rumah naungan sederhana ialah bangunan yang terdiri atas rangka yang terbuat dari besi, kayu atau bambu dengan atap yang terbuat dari plastik UV. Struktur bangunan naungan harus dirancang sesuai dengan kondisi cuaca di Indonesia. Bahan plastik UV dapat memantulkan sinar matahri langsung yang mengarah ke rumah naungan yang dapat mengurangi intensitas cahaya pada tanaman cabai.

Misalnya, rumah naungan seluas 1000 m2 dengan ukuran 40m x 25m. Rumah nanungan dengan luasan lebih dari 1.000 m2, jika terjadi serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) yang membahayakan dapat mengakibatkan kerugian yang cukup besar. Bangunan screenhouse merupakan bangunan semipermanen yang kerangkanya terbuat dari bambu.

Pemasangan
Tiang dasar menggunakan pasak untuk menyambungkan bambu satu sama lain sehingga tidak mudah goyang. Tiang terdiri dari tiang utama, tiang ke-2,ke-3, dan tiang ke-4, palang dada, palang dinding, atap 1 dan atap 2, juga bentangan siku-siku yang menjadikan bangunan tersebut kuat. Tinggi tiang utama adalah 6,5 meter, tiang kedua 5,5 meter, tiang ketiga  4,5 meter, tinggi tiang keempat 3,5 meter. Jarak antar tiang adalah 3,5 meter.

Pemasangan dinding untuk rumah naungan perlu diperhatikan hati-hati. Pembuatan dinding rumah naungan ditujukan untuk mengatur sirkulasi udara. Tidak menjadi masalah jika rumah naungan tidak mempunyai dinding, atau hanya membuat atap saja. Pembuatan dinding pada rumah naungan bisa mengakibatkan terperangkapnya hama/penyakit yang justru akan membawa dampak negatif bagi pertumbuhan tanaman cabai jika sanitasi dalam rumah naungan tidak terjaga dengan baik.

Kami Lim Corporation juga menjual Bantal Silikon, Kantong Sampah, Karung Beras Dan Kami juga menjual alat - alat Pertanian & Perkebunan. Untuk info lebih lanjut klik -> DISINI <- Atau anda juga bisa hubungi kami di : SMS/Call/WA: 0852.3392.5564 / 08123.258.4950 / 0877.0282.1277 . Call dan WA hanya dilayani pada jam kantor pukul 08.15 -16.00 WIB